EnglishFrenchGermanItalianSpanish Segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Taqaballahu minna waminkum •  Perbup Tentang Perlindungan Anak •  Penerima Dana Hibah Oktober - Desember 2017 •  Penerima Dana Bansos Oktober - Desember 2017 •  Kompilasi Realisasi Dana Bansos Selama Tahun 2017 •  Kompilasi Realisasi Dana Hibah Selama Tahun 2017 •  Menuju 100% Penggunaan Aplikasi SPSE Versi 4 •  SK PPID Kabupaten Pelalawan 2017 •  LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2014 AUDITED •  Pengumuman Seleksi Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM •  Himbauan kepada setiap pemilik bangunan dan dunia usaha untuk melengkapi perizinan Mendirikan Bangunan sesuai ketentuan berlaku. • 
Hari Anti Korupsi Internasional Ucapan Selamat Atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2016 s/d 2021 Ruang Publik Kreatif Pangkalan Kerinci Kantor Bupati Pelalawan dari ketinggian

Sekda Tengku Mukhlis Hadiri Deklarasi Anti Hoax,Hate Speech dan Isu Sara.

Sumber : Diskominfo Kab.Pelalawan

Jumat, 9 Maret 2018 - Berita Daerah

Sekda Tengku Mukhlis saat memberikan sambutan mewakili Bupati Harris dalam Deklarasi Anti Hoax,Hate Speech dan Isu Sara di Kantor Polres Pelalawan Pangkalan Kerinci. Jumat (09/03)

Terkait hal ini, Polres Pelalawan menggelar deklarasi yang diikuti seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pelalawan bertempat di Aula Teluk Meranti, Mapolres Pelalawan, Jumat (9/3/2018).

Kapolres Pelalawan AKBP, Kaswandi Irwan pada kesempatan acara deklarasi menyampaikan maraknya informasi dan berita di media sosial cenderung mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Untuk itu, dibutuhkan sikap dan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat menangkis seluruh informasi hoax, ujaran kebencian dan sara yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Banyaknya berita dan informasi beredar telah terjadi penyerangan para ulama, namun setelah dicek dan ditindak lanjuti hanya 4 kejadian saja. Tentu ini akan menimbulkan kecemasan di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Lanjut Kapolres, dengan tegas Kapolri menyampaikan tidak ada ancaman yang sasarannya kepada para ulama.

"Polri bersama lapisan masyarakat siap menjaga para ulama dan menciptakan situasi yang kondusif terkhusus di Kabupaten Pelalawan," tegasnya.

Kapolres juga menyampaikan sangsi pidana bagi pelaku penyebar berita hoax dan hate speech yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Dimana Tim Cyber Crime Polri telah menindak beberapa pelaku hoax di wilayah NKRI.

"Bagi penyebar hoax dan hate speech dapat dijerat undang-undang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta," sebutnya.

Sementara itu Bupati Pelalawan yang diwakili oleh Sekda Tengku Mukhlis mengatakan bahwa di zaman perkembangan teknologi dan informasi saat sekarang memungkinkan berita hoax menjadi terbuka ruang nya untuk menjadi berita yang dipelintir menjadi suatu kebenaran.

Dahulunya komunikasi dilakukan dua arah menggunakan alat telekomunikasi telephone.Barulah di abad ke 20 tahun 2006 yang lalu bahasa hoax ini menjadi populer. Mantan Asisten Administrasi Pemerintahan ini bercerita tentang asal muasal munculnya istilah hoax dimana hoax ini bermula sejak pemutaran film The Hoax yang dibintangi Richard gere pada 2006 lalu. Film yang disutradarai Lasse Hallstrom yang skenarionya ditulis oleh William Wheeler ini diangkat dari sebuah buku yang berjudul sama karya Clifford Irving.

Namun walaupun diadaptasi dari buku Irving, cerita filmnya justru banyak mengalami perubahan sehingga versi filmnya tidak mirip sama sekali dengan buku.

Karena kepopuleran film ini, akhirnya banyak orang yang kemudian latah menggunakannya untuk menggambarkan suatu kebohongan. Nah semakin lama penggunaan kata “hoax” menjadi populer dan menyebar ke seluruh belahan bumi, termasuk Indonesia.

Menyikapi berita hoax yang sangat berkembang dengan cepat perlu kematangan kita dalam menyaring informasi bahkan saat kita juga akan menyampaikannya kepada orang lain.Karena disaat kita sebagai pihak yang mendistribusikan berita itu, maka semakin berita itu adalah suatu kebohongan informasi yang telah  kita sampaikan kebanyak orang.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan tentunya berharap dengan deklarasi Anti Hoax,Hate Speech dan Isu Sara,seluruh komponen masyarakat bertanggung jawab bersama sama untuk dapat menjaga keamanan dan bhabinkamtibnas bagi  Kabupaten Pelalawan dan Keutuhan NKRI. “ Tutup Sekda Tengku Mukhlis.

Tampak hadir lembaga, instansi ,lembaga adat melayu,organisasi profesi, paguyuban, organisasi kepemudaan, sosial dan masyarakat,tokoh masyarakat,pemuda serta pimpinan opd lainnya. (rls/ryan)

 

 

 

 

 

BERITA LAIN

Komentar Pembaca

0 Komentar

Posting Komentar

  Nama
  Email
  Website
  Pesan
  Kode Verifikiasi